Search This Blog

Showing posts with label cranberry. Show all posts
Showing posts with label cranberry. Show all posts

Buah-Buahan Ini Mujarab Melawan Penyakit Kanker

cranberry

Banyak orang takut dengan penyakit kanker. Sebenarnya, kebanyakan pemicu dari penyakit ini adalah kebiasaan tidak sehat dari penderitanya. Setiap tubuh manusia memiliki bibit-bibit kanker. Bibit ini seharusnya setiap hari dilawan dengan berbagai nutrisi dan aktivitas fisik sehingga pertumbuhannya tidak sampai meluas. Kondisi tubuh yang cenderung asam karena pola makan yang buruk, turut mempercapat penyebaran sel kanker sehingga menjadi parah.

Dalam terapi konvensional, penanganan kanker dilakukan dengan cara melakukan proses kemoterapi hingga radio terapi. Dalam proses ini, sel kanker akan dihantam dengan obat keras yang mampu mematikannya terutama pada sel kanker utama. Namun, proses kemoterapi atau radioterapi memiliki efek serius yaitu matinya sel sehat yang ada di sekitar sel kanker. Efek samping lainnya antara lain pusing, mual, rambut rontok, dan sebagainya.

Sebagian orang ada pula yang memilih cara pengobatan alami untuk menyembuhkan kanker. Selain tidak menimbulkan efek samping yang tidak mengenakkan, cara alami ini juga terbukti sama ampuhnya dengan terapi konvensional.

Tahukah Anda? Ada beberapa jenis buah-buahan yang ternyata memiliki kemampuan melawan kanker secara signifikan. Buah ini bisa dijadikan salah satu cara penyembuhan kanker dari sisi konsumsi makanan. Inilah buah-buahan yang bisa dikonsumsi:

  1. Pisang dan grapefruits. Dua buah-buahan ini diketahui dapat menurunkan keparahan kanker hingga 10 persennya menurut beberapa studi. Para ahli meyakini salah satu sebabnya adalah tingginya kandungan vitamin C pada keduanya. Vitamin C merupakan antioksidan kuat yang dapat mengurangi kejadian stres oksidatif dan mencegah perubahan DNA pada sel-sel yang akhirnya bisa menyebabkan kanker. Pisang dan grapefruit memiliki serat tinggi dan terbukti mencegah beberapa jenis kanker seperti kanker usus besar. Mengonsumsi satu buah dari kedua macam buah-buahan tersebut akan menghindarikan dari serangan kanker.

  2. Apel, anggur merah, dan stroberi. Buah apel, anggur merah, dan stroberi secara efektif mampu mengurangi kanker hingga 40 persen. Zat yang diduga memiliki peran penting untuk hal ini adalah antosianin. Ini adalah senyawa yang memberikan warna merah pada buah-buahan tersebut yang dikenal sebagai zat antikanker. Anggur merah juga sumber resveratrol, yaitu senyawa memiliki sifat anti Ketiga buah ini juga tinggi serat yang melancarkan pencernaan.

  3. Lemon dan cranberry. Kedua buah ini memiliki kemampuan untuk melawan kanker yang cukup tinggi persentasenya. Mengonsumsi lemon dan cranberries mampu menekan pertumbuhan sel kanker sampai 50 persen. Sangat disarankan untuk mengonsumsinya setiap hari. Pada lemon dan cranberry terdapat kandungan vitamin C yang lebih tinggi dari berbagai jenis buah-buahan. Senyawa aktif lainnya yang berguna untuk melawan kanker adalah asam sitrat, antosianin, dan beragam antioksidan . Jika lemon tidak mudah didapatkan, maka bisa diganti dengan jeruk nipis. Minum perasan jeruk nipis yang ditambahkan pada air hangat setiap pagi hari. Untuk cranberry, selain baik dalam melawan kanker, juga kerap menjadi obat alami untuk infeksi saluran kemih (ISK). Zat antibiotik pada cranberry bisa melawan bakteri yang menyebabkan ISK dan mencegahnya menjadi kebal seperti halnya pada pengobatan dengan obat antibiotik farmasi.

Cranberry Menyembuhkan ISK Tanpa Menjadikan Bakteri Menjadi Kebal

cranberry

Buah cranberry jarang disarankan untuk menunjang pengobatan infeksi saluran kemih (ISK). Selain buah ini jarang bia diperoleh di Indonesia, khasiat dari cranberry belum diakui secara luas dalam medis konvensional untuk bisa dijadikan obat dari golongan makanan. Meski begitu, sudah ada beberapa penelitian yang mendapati kaitan antara cranberry dan kemampuan untuk melawan bakteri penyebab ISK. Sementara itu, di negeri ini, cranberry lebih sering ditemui dalm bentuk jus murni tanpa gula. Produk seperti ini yang disarankan ketimbang yang telah mengalami pengolahan dengan tambahan gula.

Sekilas tentang ISK, penyakit ini kerap dialami oleh wanita walaupun pria pun berpotensi pula untuk bisa kena. Bakteri pemicu ISK lebih mudah masuk ke saluran kencing wanita lantaran lorong kemih tersebut memiliki ukuran yang pendek. Bakteri lebih gampang masuk lalu menuju ke kandung kemih. Di tempat itulah perkembangbiakan akan terjadi.

Bila terkena ISK maka akan muncul sejumlah gejala. Paling bisa dirasakan adalah rasa nyeri atau terbakar setelah buang air kecil dan merasa tidak tuntas setelah mengeluarkannya. Ada sensasi anyang-anyangan yang akhirnya membuat penderitanya menjadi sering ke toilet untuk buang air. ISK kadang menjadi penyakit kambuhan pada sebagian orang.

Dalam medis konvensional, penderita ISK akan diresepkan dengan obat antibiotik agar bakteri pemicunya dapat segera mati. Dalam tahap awal pengobatan, obat ini bisa langsung mematikan dan kemudian keluar melalui air seni. Hanya saja bahayanya jika difat peyakit tersebut sudah menjadi kambuhan. Penggunaan antibiotik mungkin bisa tidak ada efek apa-apa lantaran bakteri mengalami resistensi atau kebal terhadap obat tersebut. Sering pula penderita dianjurkan minum air putih yang banyak agar jumlah bakteri bisa dikurangi karena ikut keluar bersama air seni.

Ketika obat antibiotik tidak bisa untuk melawan bakteri penyebab ISK, buah cranberry justru mampu melawannya. Ini berdasarkan studi yang dimuat dalam Archieves of Internal Medicine yang menemukan bahwa cranberry memiliki senyawa yang mampu melawan bakteri ISK. Penelitian yang dilakukan di Belanda itu mendapati adanya zat tanin terkondensasi pada cranberry yang disebut proanthocyanidins, dan berguna dalam melawan bakteri E.coli. Ini salah satu bakteri pemicu ISK.

Peneliti melibatkan 221 wanita dalam studinya. Mereka memiliki masalah ISK kambuhan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diterapi dengan obat antibiotik dosis rendah dan lainnya memakai ekstrask cranberry. Hasilnya kelompok dengan pengobatan antibitik mengalami kekambuhan kembali setelah 8 bulan. Sementara yang mendapatkan esktrak cranberry mendapati kekambuhan ISK setelah 4 bulan.

Hasil ini belum berhenti sampai di situ. Peneliti masih melakukan pengamatan lanjutan dengan melihat resistensi atau kekebalan bakteri terhadap obat. Dari situ diketahui, kelompok yang mengambil antibiotik rata-rata punya bakteri dengan resistensi mencapai 86 persen melalui sampel tinja dan 90,5 persen dengan sampel E.coli.

Sebaliknya, wanita yang diberikan ekstrak cranberry justru memiliki resistensi bakteri yang tidak besar yaitu 24 persen dari sampel tinja dan 28 persen lewat sampel E.coli. Artinya, saat terjadi kekambuhan ISK pada wanita yang mendapatkan ekstrak cranberry, bakteri yang menyerangnya masih memungkinkan dibasmi ketimbang pada wanita yang sebelumnya diberikan obat antibiotik..

Hal in menunjukkan, buah cranberry memiliki sifat antibiotik yang khas. Nutrisi cranberry dapat mematikan bakteri penyebab ISK tanpa membuatnya terlalu kebal. Sehingga, jika ada bakteri sama yang menyerang, masih memungkinkan untuk dibasmi